Dunia Maya versus Dunia Nyata

Internet yang bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Pisau yang tajam, akan membantu koki masakan dalam membuat makanan, tetapi jika ada di tangan yang tidak tepat, pisau tersebut bisa dijadikan sebagai alat yang berbahaya untuk mencelakai seseorang.

Akhir-akhir ini banyak berita yang menurut saya sangat menyedihkan. Gara-gara Facebook, Murid dikeluarkan, Bunuh diri karena Facebook, Cerai karena Facebook, Dipecat karena Facebook, dan masih banyak lagi. Dari kasus-kasus tersebut, kita tidak bisa menyalahkan Facebook sebagai penyebabnya, atau Internet yang membuat itu terjadi. Internet bisa kita misalkan sebagai pisau, dan dia tergantung siapa yang memegang pisau tersebut.

Saya pernah mengikuti seminar Internet Sehat beberapa waktu yang lalu, pada prinsipnya tidak ada perbedaan antara dunia nyata dan dunia maya, jika kita di dunia nyata memerlukan sopan-santun, unggah-ungguh, toto kromo, di dunia maya pun demikian, kita juga perlu attitude ketika kita masuk dunia maya, misalnya pada social networkin dan sebagainya.

Justru menurut saya, di dunia maya adalah lebih berbahaya daripada dunia nyata. Jika di kehidupan biasa kita “nggosip” dengan tetangga kita, paling yang mengetahui hanya beberapa orang tertentu saja. Dan kalau ada yang tidak terima, bisa diselesaikan lebih mudah (mungkin) karena bisa jadi tidak ada bukti yang mendukung (cuma “katanya” saja).

Tetapi, pada beberapa kasus di atas, user internet, dengan seenaknya mengucapkan kata-kata yang menurut saya dan pada umumnya, tidak pantas di ucapkan. Jika ada yang tersinggung, pihak yang tersinggung bisa saja menuntu ke pihak berwajib dengan menyerahkan bukti yang valid (gambar atau yang lain).

Jadi, berhati-hatilah dalam ber internet, jaga sikap kita dan terus berkarya 🙂

salam

Rujukan : http://www.detikinet.com/read/2011/02/08/132557/1562485/398/perlukah-berlaku-sopan-di-dunia-maya