Mengembangkan Jiwa entrepreneurship Mahasiswa

Pengertian Mahasiswa menurut KBBI adalah orang yg belajar di perguruan tinggi. Sedangkan dapat diterjemahkan secara luas adalah seorang yang terdaftar pada perguruan tinggi dan sedang belajar pada jenjang pendidikan tinggi di perguruan tinggi. Tetapi apa memang tugas dan kewajiban mahasiswa hanya sebatas belajar? Tentu saja tidak, selain menerima pembelajaran di kampus, mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen dan mengerjakan ujian, ada kegiatan lain yang semestinya menjadi tugas dan tanggungjawab seorang mahasiswa.

Bagi para Sivitas akademika yang berkecimpung dalam dunia perguruan tinggi, pasti mengenal istilah Tri Dharma Perguruan Tinggi, tidak hanya kepada Dosen, Tri Dharma tersebut juga melekat pada Mahasiswa yang secara langsung menjadi Sivitas akademika sebuah perguruan tinggi.

Tridharma Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut Tridharma adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan,penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (UU No. 12 Tahun 2012, Pasal 1 Ayat 9)

Ada 3 (Tiga) kewajiban yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat. Kewajiban-kewajiban tersebut haruslah dijalankan oleh Dosen dan Mahasiswa dalam sebuah perguruan tinggi.

Mahasiswa selain belajar di kelas juga wajib melakukan penelitian-penelitian dan memberikan sesuatu yang berguna terhadap masyarakat sekitar dalam pengadian kepada masyarakat sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari. Oleh karena itu, ada program kreativitas mahasiswa (PKM) yang mampu mewadahi dan memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa. Diharapkan dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa mampu membaca peluang-peluang yang muncul dan menjadikan dirinya sebagai jiwa yang mandiri dan setelah menyelesaikan kuliah mampu berbisnis mandiri atau membuka lapangan pekerjaan y ang baru.

Banyak dari hasil PKM yang tidak hanya berguna bagi mahasiswa itu sendiri, tetapi bermanfaat bagi masyarakat sekitar apabila benar-benar diterapkan. Akan tetapi kesadaran akan hal tersebut masih sangat sulit didapatkan oleh para mahasiswa belakangan ini. Perguruan tinggi harus mampu mendorong keluarnya ide-ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa, dan diarahkan serta diterapkan sebagai teknologi yang tepat guna bagi masyarakat. Sehingga kehadiran perguruan tinggi mampu menjadi sesuatu yang meningkatkan sumber daya di sekitarnya.

Menumbuhkan jiwa enterpreneurship di kalangan mahasisw juga menjadi fokus yang penting dalam hubungannya dengan pertumbuhan bisnis belakangan ini. Dewasa ini muncul bisnis-bisnis baru (start-up) yang berawal dari ide-ide sederhana yang direalisasikan oleh orang yang kreatif dan berjiwa enterpreneurship. Facebook adalah contoh dari hasil karya Mark Zuckerberg ketika masihmenjadi mahasiswa. Di Indonesia juga mulai muncul kompetisi start-up di kalangan mahasiswa, kampus-kampus mulai mendirikan research center bagi mahasiswa. Kondisi ini menjadi peluang bagi mahasiswa yang memiliki jiwa enterprenuership untuk merealisasikan ide-ide mereka.

Semakin berkembangnya teknologi digital dan media internet, didukung semakin banyaknya perangkat bergerak (mobile), maka tren bisnis mulai mengalami pergeseran. Jika kita jeli dalam melihat peluang ini, maka akan banyak peluang baru yang ditemukan. Sebagai contoh perbandingan model bisnis tradisional dan model bisnis digital adalah sebagai berikut

Model Bisnis Tradisional Model Bisnis Digital
  • Membutuhkan Toko Fisik
  • Jangkauan konsumen terbatas
  • Butuh biaya marketing tinggi dengan media masa, surat, brosur tetapi sasaran market terbatas
  • Toko Fisik adalah pilihan / optional
  • Jangkauan konsumen tak terbatas, selama ada media online
  • Marketing online dengan media digital membutuhkan biaya yang terjangkau dan market yang lebih luas

 

Beberapa waktu yang lalu mungkin kehadiran toko online seperti bhinneka.com, bukapalak.com, olx.co.id belum seramai pengguna saat ini. Belum maraknya pengguna internet dan pengguna perangkat bergerak menjadi salah satu faktor lesunya bisnis online saat itu. Akan tetapi, sekarang pengguna Internet khususnya di Indonesia semakin meningkat, sehingga bisnis digital menjadi meningkat pula. Selain berkembangnya pemain besar seperti lazada, bhinneka,dan olx, muncul toko online baru baik dalam skala menengah maupun perseorangan.

Dengan fenomena di atas, tentunya diperlukan media marketing yang efektif untuk mendapatkan konsumen dalam persaingan yang ketat sekarang ini. Dunia bisnis digital tidak hanya bersaing dengan pelaku lokal dalam sebuah wilayah, tetapi dari seluruh kalangan yang terhubung dengan media Internet. Sehingga diperlukn teknik periklanan (advertising) secara global sesuai segmen-segmen yang ditawarkan oleh sebuah layanan tersebut.

Blibli.com menerapkan sebuah teknik advertising dengan jadwal harian mereka, setiap hari ada kategori tertentu yang ditawarkan. Strategi dari e-commerce lainnya adalah diskon ketika apda jam-jam tertentu, member get member dan sebagainya. Berbagai strategi global advertising ini menjadi langkah untuk meningkatkan income dari e-commerce tersebut dan menjaga agar konsumen tetap setiap terhadap layanan mereka.

Bagi para mahasiswa, implementasi e-bussines yang cocok sangat bermacam-macam. Tergantung dari kreativitas dan ide-ide mahasiswa tersebut. Tidak harus berjualan dan mendirikan e-commerce, tetapi dapat juga mengikuti program-program penyedia layanan bisnis yang sudah ada seperti : Pay Per Click, Cost Per Mile, Text Link Ads, In-text Ads adalah beberapa contoh layanan penyedia iklan yang mampu memberikan income pad mahasiswa. Dengan mengikuti layanan tersebut, iklan-iklan mereka akan ditempatkan di website kita dan jika ada yang me-klik maka akan mendapatkan income.

Google Adsense adalah salah satu bentuk layanan iklan dari google yang sedang marak belakangan ini. Apalagi sekarang, adsense dapat diletakkan tidak hanya di website, tetapi juga di layanan video Youtube. Para internet marketer / youtuber berlomba-lomba membuat video semenarik mungkin agar dilihat oleh pengunjung sebanyak-banyaknya dari seluruh dunia. Ketika video tersebut dilihat oleh banyak “viewers maka kesempatan untuk mendapatkan income yang lebih banyak juga terbuka lebar.

Referensi :

Dindin Abdul Muiz Lidinillah,2012, Tridarma Perguruan tinggi sebagai dasar kreativitas mahasiswa, Universitas Pendidikan Indonesia

Suyanto, Strategi Periklanan pada E-Commerce Perusahaan Top Dunia, STMIK AMIKOM , Penerbit Andi, 2003, Yogyakarta.